oleh

Oktober 2020, Mamuju Deflasi 0,33 Persen,Ini Penyebabnya

MAMAUJU,HD–Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar),kembali merilis hasil Perkembangan Indeks Harga Konsumen/ Inflasi,digedung BPS Sulbar Lantai 2,dengan cara live Streaming,Senin (02/11)

Menurut paparan Kepala BPS Sulbar Agus Gede Hendryana Hermawan,menjalaskan bahwa pada bulan Oktober 2020, Mamuju mengalami deflasi sebesar 0,33 persen.

Deflasi ini terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya beberapa indeks kelompok pengeluaran yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,51 persen; pakaian dan alas kaki 0,98 persen; perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,05 persen; transportasi 0,28 persen; informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,23 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,21 persen.

Tingkat perubahan indeks tahun kalender pada Oktober 2020 di Mamuju adalah mencatatkan terjadinya inflasi 1,40 persen dan tingkat perubahan indeks tahun ke tahun (Oktober 2020 terhadap Oktober 2019) menunjukkan adanya inflasi 2,21 persen.

Berdasarkan hasil Survei Harga Konsumen 90 kota di Indonesia pada bulan Oktober 2020, menunjukkan bahwa 66 kota mengalami inflasi dan 24 kota mengalami deflasi. Inflasi Tertinggi terjadi di Sibolga sebesar 1,04 persen dan terendah di DKI Jakarta, Jember, Bekasi, dan Cirebon dengan inflasi masing- masing sebesar 0,01 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Manokwari sebesar 1,81 persen dan terendah di Surabaya sebesar 0,02 persen.

Mamuju Menempati urutan ke-8 dari 24 kota yang mengalami deflasi.

“Berdasarkan hasil pemantauan harga eceran berbagai komoditas barang dan jasa yang dilakukan BPS di Kota Mamuju pada bulan Oktober 2020 terjadi deflasi sebesar 0,33 persen, atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 104,00 pada September 2020 menjadi 103,66 pada Oktober 2020. Sedangkan tingkat perubahan indeks tahun ke tahun (Oktober 2020 terhadap Oktober 2019) adalah inflasi 2,21 persen.”Terang Kepala BPS Sulbar Agus Gede Hendryana Hermawan saat memaparkan rilisnya

(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed