oleh

SDM PKH Mamuju Sembangi Dusun Terpencil Desa Buttuada

MAMUJU,HEADLINENEWS.ONLINE—Salah satu dusun terpencil di Kecamatan Bonehau di perkenalkan Korcam Bonehau kepada tim Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Mamuju.

Dusun tersebut memiliki 42 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), adapun kunjungan di dusun Mao dan dusun Salumalangan yang ada didesa Buttuada di hadiri oleh Kordinator PKH Mamuju Irham S.Pd.

Kunjungan tersebut juga melaksanakan pertemuan rutin sebagai syarat penerima Bantuan PKH, salah satu syarat proses bisnis PKH oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) untuk memandirikan para KPM sebagai warga yang rentan miskin.

Menurutnya kampung tersebut adalah dusun yang terisolir yang di desa Buttuada, untuk menuju ke Dusun itu butuh adrenalin yang kuat serta tenaga ekstra karena akses jalan darat sangat sulit dan memprihatinkan.

“Akses jalan sangat memprihatinkan butuh adrenalin yang kuat untuk menuju kekampung Mao dan kampung Salu Malangan, karna kita harus melintasi jembatan gantung yang kondisinya rusak parah, disana ada sekira 42 KPM PKH Kemensos,” sebut Sastra Pendamping PKH Bonehao

Sastra mengatakan bahwa tujuan dari memilih kampung Mao sebagai tempat pertemuan kelompok KPM yang menghadirkan Korkab, Korcam dan Pendamping se Kabupaten Mamuju agar mereka merasakan apa yang dirasakan oleh masyarakat dan KPM yang ada didusun tersebut

Dirinya juga ingin memperkenalkan sumberdaya alam yang dimiliki oleh dusun Mao yang menurut beberapa sumber sepanjang sungai Mao memeiliki kandungan biji emas terbesar di Sulawesi Barat.

“Saya ingin teman-teman pendamping merasakan apa yang diarasakan oleh masyarakat, dan KPM disana sekaligus memperkenalkan dusun Mao sebagai dusun yang kaya akan sumberdaya alam serta hasil pertanian yang melimpah.”Sebut Sastra

Sementara itu,Ketua Ansor Sulawesi Barat Sudirman AZ menyampaikan kekagumannya terhadap Pendamping Sosial PKH bersama anak KPM

“Kali ini Sahabat Sastra berhasil membohongi kami katanya jalannya mulus dan tidak ada jembatan gantung nya, meski bgitu kami tidak kecewa tp justru sangat berterimakasih kepada saudara Sastra yg telah mengajak kami kesana karena disana ternyata lelah kami terbayar lunas oleh keindahan alam serta keramahan warga dusun Mao dan Salu malangan, tentu kami mempunyai harapan yang sama untuk bisa lebih baik kedepan melalui akses edukasi-edukasi yang dilakukan para Pendamping sosial PKH.” Tutup Sudirman AZ (whd/*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed