oleh

Lurah Mamunyu Berikan Bantuan Sembako Kepada Imam Dan Guru Mengaji

Mamuju.Headlinenews., Dipenghujung Bulan suci Ramadan Pemerintah kelurahan Mamunyu, kecamatan Mamuju, kabupaten Mamuju, provinsi Sulawesi barat (Sulbar), tak memberikan bantuan sembako kepada para imam masjid dan guru mengaji di beberapa lingkungan di kelurahan Mamunyu.

Lurah Mamunyu Jaharuddin mengatakan, pemberian bantuan sembako ini, bertujuan untuk meringankan beban para imam masjid, dan guru mengaji, sebab selama ini hampir bisa dikatakan imam dan guru mengaji luput dari bantuan sembako. Sabtu, (23/5)

“Kami berikan bantuan ini untuk meringankan beban para imam dan guru mengaji sekaligus sebagai motivasi bagi mereka dalam mengajarkan ilmu agama kepada generasi kita, kiranya bantuan ini dapat bernilai ibadah disisi Tuhan yang maha kuasa,”ujar jaharuddin.

Kepala lingkungan Timbu Muhammad Yusman mengapresiasi kegiatan pembagian sembako dari kelurahan Mamunyu. Ia mengaku lurah mamunyu telah memperhatikan warganya. menurutnya, sejak kelurahan Mamunyu terbentuk dan Beberapa pejabat menajdi lurah di Mamunyu baru kali bantuan yang disalurkan menyentuh imam masjid dan guru mengaji.

“Selama ini beberapa pejabat menjadi lurah di Mamuju, namun baru kali ini lurah mamunyu Jaharuddin yang memberikan bantuan sembako kepada imam masjid dan guru mengaji,” Kata M.Yusman.

Salah seorang imam masjid di kelurahan Mamunyu, juga mengaku telah ada perubahan yang dilakukan pemerintah kelurahan, sebab selama menjadi baru kali ini memperoleh bantuan sembako dari kelurahan.

“Selama saya hidup dan menjadi imam, baru kali ini saya rasakan perhatian pemerintah kelurahan yang luar biasa. Baru kali ini saya memperoleh bantuan sembako dan kami doakan agar lurah mamunyu diberi kesehatan dan umur panjang agar dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat”ujar salah satu imam masjid.

Pemberian bantuan sembako juga memperhatikan protokoler kesehatan covid-19, para imam dan guru mengaji dikumpulkan dihalaman kantor dengan jarak satu meter agar Penerima bantuan tidak bersentuhan. Selain itu, imam dan guru mengaji tersebut juga menggunakan masker dan diwajibkan cuci tangan. Pemberian bantuan sembako ditutup tanpa salaman.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed