oleh

Stok Gula Di Bulog Mamuju Tidak Pasti.

Mamuju, Headlinenews, – Bulan suci ramadhan yang diwarnai wabah virus covid-19 memang sungguh menghawatirkan apalagi masyarakat membutuhkan ketersediaan pangan yang jelas.

Tim gugus yang menangani masalah ketersediaan pangan di Mamuju seperti Dinas Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian dan Holtikultura mengatakan pihaknya telah berkali kali meminta data mengenai ketersediaan gula di Bulog.

Kepala Bidang Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Mamuju, Assabrie Rusli, mengatakan dari awal pihaknya telah melakukan rapat bersama Bulog Mamuju, untuk mengetahui jumlah ketersediaan gula milik Bulog.

“Kami pernah rapat bersama Bulog dan Asisten mengenai ketersediaan gula, Bulog menyampaikan kepada kami gula di gudang Bulog habis sejak Desember 2019 dan kita meminta opsi apakah kedepan ada ketersediaan gula di gudang, namun Bulog tidak memberikan kepastian,” ucap Assabrie Rusli, saat di konfirmasi. Rabu 6 Mei.

Pihaknya juga telah melakukan investigasi dilapangan dengan distributor dan beberapa toko yang ada di Mamuju, dan itu mengalami surplus serta laporan itu telah disampaikan ke Bupati, sehingga ia merasa heran dikarenakan setiap laporan yang diterima ketahanan pangan selalu kosong.

Ia juga menuturkan bahwa dari pihak Perdagangan akan terus memantau dan memastikan harga dipasaran sesuai dengan tufoksi kerjanya.

Sementara Sekertaris Ketahanan Pangan Mamuju Mansyur, membenarkan hal tersebut terkait data yang diberikan bulog selalu kosong.

“Tim covid itu dibentuk berdasarkan dari Kementrian Dalam Negeri, dan yang pertama kami datangi adalah Bulog serta melakukan pertemuan dengan kepala Bulog,” kata Mansyur.

Namun Bulog, Lanjutnya, menyampaikan gula langkah bukan karena Covid tetapi, memang mengalami penurunan pasokan di bulan Desember.

“Yang jelas kami mempertanyakan mengenai ketersediaan gula di bulog tidak ada lalu tiba-tiba ada,” ujarnya.

Ia juga menambahkan setiap data yang diterima dari bulog berdasarkan laporan bulan lalu stok gula di gudang tidak ada.

“Setiap minggu kita, Ketahanan Pangan selalu melaporkan ke Kementrian Pertanian melalui Dinas Ketahanan Pangan Provinsi, selalu memantau data yang ada untuk di laporkan,” tandasnya.(idr/Ih).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed