oleh

Nasib Tukang Becak Di Mamuju Kian Tak Menentu

Mamuju.Headlinenews., Nasib sejumlah tukang becak di dalam kota Mamuju kian tidak menentu, setelah digerus kemajuan teknologi dengan hadirnya ojek dan angkutan penumpang berbasis online, kini Pandemi COVID-19 menambah penderitaan mereka.

Salah seorang tukang becak Sardi mengaku, dirinya hanya bisa pasrah dengan kondisi saat ini, dimana penghasilan sehari-hari tidak cukup untuk biaya dapur. Terkadang pengahsilan mengayuh becak dari pagi hingga petang hanya 10 ribu rupiah dan paling banyak 30 ribu rupiah. Senin, (4/5).

Kami sangat merasakan dampak Corona ini, sebab penghasilan sangat turun kadang biasa 10 ribu kadang pula tidak ada, dan paling banyak 30 ribu rupiah per hari, dan itu tidak cukup untuk dimakan.”pungkas Sardi”

Terkadang jika tak ada penumpang, dirinya memungut kardus dan plastik bekas untuk dibawa pulang, dikumpul lalu kemudian dijual untuk membeli beras.

Kadang juga jika tidak ada penumpang, saya pungut kardus dan plastik bekas, untuk dijual, jika harganya diperkirakan sampai 50 ribu baru dijual untuk membeli beras.”kata Sardi”

Sardi yang sudah puluhan tahun mengayuh becak di Mamuju, mengaku baru kali ini merasakan dampak perekonomian di keluarganya terpuruk. Penumpang yang biasa menjadi langganannya kini tak menggunakan lagi jasanya dan lebih memilih menggunakan grab mobil.

“Puluhan tahunma di Mamuju baru kali ini saya merasakan dampak perekonomian yang sulit. Tapi maumi diapa itumi pekerjaanta, keluhnya”

Ada sekitar 70 pengayuh becak di dalam kota Mamuju bernasib sama, Sulit memperoleh rupiah ditengah Pandemi COVID-19. Sardi berharap, jika pemerintah Menyalurkan bantuan, agar memerhatikan tukang becak, sebab penghasilannya sudah kurang dari kata cukup.

Jika pemerintah salurkan bantuan, tolong perhatikan tukang becak, karena penghasilan kami sudah tidak cukup untuk dimakan.”tambah Sardi.

Sardi juga mengaku belum pernah memperoleh bantuan sembako yang dibagikan oleh pemerintah dan dermawan di mamuju, sehingga dirinya berharap agar bantuan selanjutnya menyasar tukang becak.(ih).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed