oleh

DPC GMNI Makassar Sesalkan KONGRES KE-XXI GMNI Sarat Intimidasi

AMBON,HEADLINENEWS.ONLINE– Kongres Kemaritiman ke-XXI Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Yang di gelar sejak tanggal 28 Oktober 2019 dan di Rencanaian hingga tanggal 02 Desember 2019 di kota Ambon, di warnai dinamika yang tidak sehat

Hal ini di sampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Makassar, Didin Indra Jaya saat di konfirmasi Via Telpon di Arena Kongres GMNI Ke-XXI di Kota Ambon, Senin (02/12/19).

Menurut Didin, Kongres kemaritiman yang di gelar di Ambon tersebut, sarat kepentingan dan berjalan tidak sehat, Pasalnya menurut Didin Sejumlah Cabang yang telah di sahkan dalam Sidang Pleno I sebagai peserta peserta penuh, Tiba-tiba di cabut saat memasuki sidang Pleno IV dan di turunkan jadi Carteker secara sepihak oleh panitia kongres.

“DPC Makassar yg tadinya sudah di sahkan menjadi peserta penuh di pleno 1 kongres tiba-tiba dilarang memasuki ruangan kongres GMNI, Adanya upaya untuk menghilangkan hak-hak cabang yg di lakukan oleh oknum.” Ujar Didin

Menurut ketua cabang GMNI Makassar itu, Kondisi Forum yang tidak kondusif tersebut juga mengakibatkan Intimidasi terhadap Sekretaris Jendral (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GMNI, bung Clance Teddy

“Hal tersebut di lakukan oleh sejumlah oknum DPP dan Panitia Kongres, Forum sidang pleno di paksa untuk di lanjutkan dengan tidak memperbolehkan sejumlah peserta memasuki ruang pleno.” Ujar Didin

Didin mengatakan Situasi Forum yang tidak terkendali membuat kongres GMNI Ke-XXI cacat secara prosedural dan jauh dari Demokrasi dalam Tubuh GMNI

“Dengan adanya intimidasi secara berlebihan terhadap pimpinan DPP GMNI membuat kongres ke-XXI Tidak mencerminkan Demokrasi dan cacat prosedural, sehingga kami mengganggap jika kongres kali ini adalah kongres yang tidak sehat.” Pungkas Didin

MR.AD

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed